PENELEH, kemegahan makam yang kini terlantar.
Menikmati bangunan lama, menumpahkan rinduku.
3.11.2010

Menyusuri jalan ini selain sering aku lakukan tetapi ada satu hal yang terlewatkan yaitu, bahwa di jalan ini terpasang rel kereta api, saya terus bertanya-tanya dalam hati, apakah rel KA ini keberadaanya memang sudah lama ada atau baru-baru saja, tapi melihatnya saya yakin kalau jalan KA ini termasuk kuno, tapi saya sendiri juga tak yakin sebab selama ini saya tak pernah membaca tulisan - tulisan tentang keberadaan rel KA yang ada di sisi timur jalan Kalimas ini, dan mungkin dikesempatan lain saya dapatkan data sebuah rel yang melintang dari utara ke selatan.
Memorabilia kota Magelang Jilid 1
2.24.2010
Tiga bangunan tua di Tegalsari
1.04.2010
Sering melewati jalur ini antara Tegalsari dan Jl. Tunjungan dan setiap kali melewati tidak pernah terlintas kalau di jalan ini terdapat beberapa banguna kuno yang menarik saya.
Namun ketika kemarin saya melalui jalan ini, tanpa sengaja mata saya tertuju pada sebuah bangunan yang menurut hemat saya termasuk bangunan tua.
Menilik bentuknya saya yakin ini adalah bangunan tua yang dalam keadaan rusak, tapi kami merasa lega sebab ketika saya dalam kesempatan lain, beberapa hari setelahnya dalam rangka meomotret bangunan ini saya melihat bahwa bangunan ini dalam tahan dibenahi.
Bangunan yang sempat saya abadikan ini adalah bangunan tua yang berada di Jl. Tegalsari No. 50.
Bangunan yang di No. 46 ini kelihatan meskipun tergolong tua, tapi menurut saya mungkin umurnya belum sebegitu tua, dibanding dengan bangunan yang sudah saya foto sebelumnya [ JL. Tegalsari No. 50 ] namun bangunan ini masih terlihat terawat baik dan bersih, mungkin karena bangunan ini masih penghuninya.
Sebetulnya masih ada bangunan satu lagi yang saat itu sempat saya foto, yaitu bangunan yang ada di Jl. Tegalsari No. 52, bangunan ini malah terkesan masih bersih dan terawat dengan baik, bahkan terkesan sangat cantik dibanding dengan bangunan-bangunan sebelumnya yang saya foto. Bangunan ini menilik bentuknya masih sama bahkan mungkin seangkatan dengan bangunan yang ada di sebelahnya No. 50.Balai Sahabat Yang Makin Merana...
12.16.2009

Gedung ini terletak di Jl. Gentengkali N0.89-91 Surabaya dulunya adalah merupakan bangunan peninggalan jaman kolonial Belanda, dan gedung ini dimasanya terkenal sebagai Club House. Namun karena kurangnya perhatian dari pemiliknya ( bangunan ini sekarang dimiliki oleh yayasan ) maka bangunan kuno yang dulunya menampakkan kemegahan ini kini sekarang nyaris tak berbekas.
Gedung ini menurut catatan dibangun pada tahun 1930-an, pada awalnya gedung ini adalah gedung perkumpulan orang-orang Jerman bernama DEUCSE yaitu, perkumpulan orang-orang Eropa, khususnya orang Jerman dan Belanda yang mempunyai kegemaran dansa.
Dilihat dari luasnya bangunan yang mencapai 3.974 m3 mungkin bangunan ini merupakan gedung perkumpulan "societit" terbesar di Surabaya.
Tahun 1946, gedung ini dibeli oleh pengusaha tiong hoa bernama Phoe Sin Khoen, kemudian dihibahkan kepada perkumpulan maka, perkumpulan yang tadinya bernama Deucse berganti menjadi Lien Huan She dan seiring berjalannya waktu gedung ini berubah nama menjadi BALAI SAHABAT hingga sekarang. Sebagai catatan bahwa gedung ini pernah dipakai oleh Kostrad.
Gedung ini menurut perkumpulan Balai Sahabat merupakan perkumpulan komunitas yang beragam kegiatannya, sedang dansa ( yang sampai sekarangpun masih dilaksanakan) adalah merupakan sebagian dari kegiatan perkumpulan ini, sedang kegiatan yang lain yang dulu misalnya; Tenis, Bridge, Biliard dan Yoga, Namun karena gedung ini makin lama makin tidak terawat dan sudah jarang disewa untk keperluan pesta perkawinan dan lain-lain maka gedung ini makin lama makin mengenaskan, dan yang paling menjadi penyebab utama dari makin terpuruknya bangunan ini adalah tidak adanya insvestor yang mau menjalin kerjasama untuk mengelola dan dalam perkembangan selanjutnya keadaan ini makin diperdalam dengan munculnya dualisme kepengurusan dan muncul kabar bahwa Balai Sahabat ini akan dijual, namun dari salah seorang pengurusnya mengatakan; tidak masalah saya dilengserkan dari pengurus karena memang saya berharap ada regenerasi, tapi jangan buat isu macam-macam" demikian dia mengatakan, dan apakah benar gedung ini akan dijual, besar harapan saya semoga segera Pemerintah Kota mengeluarkan peraturan baru yang berisikan daftar nama-nama bangunan sejarah yang akan menjadi benda/bangunan cagar budaya, dan salah satunya Balai Sahabat ini masuk dalam daftar tersebut, dan tentunya kedepan bangunan ini akan mendapat perhatian dari pihak-pihak yang berkepentingan denga banguna ini, sehingga bangunan sejarah ini akan menjadi pratanda sejarah dari sebuah budaya masyarakat Surabaya.












